Puruk Cahu, Nuansanusantara.com - Konfirmasi yang disampaikan anggota DPRD dari Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN), H Gunawan kepada sejumlah wartawan di rumah duka terkait dengan korban perkelahian berdarah antara Bahagia dan Amat Bodi, sehingga atas kejadian ini keduanya dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak medis, sedangkan peristiwa terjadi di wilayah desa Tahujan Unto, lokasi rumah Betang, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya. Kalimantan Tengah.
H Gunawan beragumen bahwa sesuai dengan pernyataan dan instuksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, judi online dan penyalahgunaan narkoba mestinya harus diberantas, menurut pemantauan wartawan aksi permainan judi di lokasi resmi sudah ditutup, namun juga H Gunawan berharap kepada aparat berkompeten meminta melakukan langkah tegas untuk menutup lokasi perjudian ini, karena Bidang Kamtibmas berada pada pihak penyidik.
Menurut H Gunawan, perkelahian berdarah terjadi di lokasi ritual wara rumah Betang jalan Cilik Kriwut antara Ahmat Bodi (38 tahun) warga Desa Babuat dan Bahagia (25 tahun) warga Desa Biha, atas peristiwa ini keduanya dinyatakan telah meregang nyawa, karena asal muasal kejadian di arena perjudian secara terbuka dan bahkan permainan judi dilakukan di pinggir jalan secara bebas dan berkelanjutan, kendatipun sebagian tanpa undangan resmi dari panitia, masyarakat dari berbagai kalangan datang kelokasi untuk turut mengadu nasib.
"Kita dari pihak keluarga korban sangatlah prihatin atas peristiwa berdarah yang terjadi berulang kali dan bahkan saudara sayapun menjadi korban pembunuhan pada masa lalu," ungkap H Gunawan, Minggu (12/1/2025) di rumah duka, jalan Bukit Tinggi.
Ditambahkan H Gunawan bahwa acara wara merupakan kegiatan resmi yang dilakukan turun temurun dari para leluhur bagi agama Hindu Kaharingan, dan juga kegiatan ini sudah terjadwal sesuai aturan yang dikeluarkan oleh hukum adat.
"Kekalahan dari permainan judi juga dapat mengundang berbagai tindak kriminal, seperti mabuk - mabukan, penipuan dan bahkan aksi perkelahian, sehingga H Gunanwan dalam hal ini meminta kepada aparat berkompeten untuk bertindak tegas," pintanya.
Hingga berita ini dinaikan wartawan masih belum dapat konfirmasi secara detail dari pihak aparat melalui WhatshApp.(fz)
Komentar0